Siapa sajakah manusia-manusia terburuk itu,
sehingga kita bisa mendidik diri kita sendiri agar tidak seperti mereka?
Pertama, orang yang bermuka dua. Rasulullah bersabda, “Kalian akan mendapati seburuk-buruk
manusia adalah orang-orang yang bermuka dua. Dia mendatangi kelompok yang ini
dengan satu wajah, dan mendatangi kelompok lainnya dengan wajah lain pula.”
(Riwayat Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah).
Yang dimaksud “orang bermuka dua” adalah kaum munafik. Dia tidak memiliki pendirian dan keteguhan dalam imannya.
Yang dimaksud “orang bermuka dua” adalah kaum munafik. Dia tidak memiliki pendirian dan keteguhan dalam imannya.
Kedua, orang yang ditakuti sesama manusia karena
kejahatannya
sungguh manusia
yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah seseorang yang ditinggalkan
– atau: dijauhi – oleh sesamanya semata-mata mereka takut kepada kejahatannya.” (Riwayat Bukhari-Muslim, dari ‘Aisyah).
Ketiga, orang yang tidak bisa
disadarkan oleh pesan-pesan Al-Qur’an. Rasulullah bersabda, “Di antara manusia yang terburuk adalah
seorang pendurhaka lagi kurang ajar, yang membaca Kitab Allah namun tidak
tersadarkan oleh satu pun darinya.” (Riwayat Ahmad, dengan sanad
hasan).
Jadi, apakah yang bisa diharapkan dari seseorang yang tidak mempan
oleh nasihat dari Allah? Hatinya telah terkunci mati, sehingga ia akan lebih
sesat dibanding seekor hewan ternak sekalipun.
Keempat, orang yang mengalami Hari Kiamat dan menjadikan
kuburan sebagai masjid. Rasulullah bersabda, “Di antara manusia terburuk adalah
mereka yang mendapati Hari Kiamat dan orang-orang yang menjadikan kuburan
sebagai masjid.” (Riwayat Ibnu Hibban. Isnad-nya hasan).
Hadits ini berhubungan dengan pernyataan beliau lainnya, bahwa Hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali jika sudah tidak ada seorang pun yang menyeru nama Allah di muka bumi. Tentu saja, zaman di mana nama Allah tidak lagi dikenal pastilah merupakan zaman terburuk,
Hadits ini berhubungan dengan pernyataan beliau lainnya, bahwa Hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali jika sudah tidak ada seorang pun yang menyeru nama Allah di muka bumi. Tentu saja, zaman di mana nama Allah tidak lagi dikenal pastilah merupakan zaman terburuk,
Kelima, orang yang merusak akhiratnya demi meraih dunia
milik orang lain.
Rasulullah bersabda, “Di antara orang yang paling buruk kedudukannya pada Hari Kiamat adalah seseorang hamba yang menghancurkan akhiratnya demi merebut dunia milik orang lain.” (Riwayat Ibnu Majah. Menurut al-Bushiri: sanad-nya hasan).
Rasulullah bersabda, “Di antara orang yang paling buruk kedudukannya pada Hari Kiamat adalah seseorang hamba yang menghancurkan akhiratnya demi merebut dunia milik orang lain.” (Riwayat Ibnu Majah. Menurut al-Bushiri: sanad-nya hasan).
Keenam, orang yang panjang umurnya, tapi jelek amal
perbuatannya. Abu Bakrah bercerita, bahwa suatu kali seseorang bertanya kepada
Rasulullah, “Orang seperti
apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik
amalnya.” Dia bertanya lagi, “Lalu, orang seperti apa yang paling buruk?”
Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya, tapi jelek amal perbuatannya.”
(Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih li ghairihi).
Ketujuh, orang yang tidak bisa diharapkan kebaikannya
dan justru tidak bisa dirasa aman dari keburukannya. Abu Hurairah bercerita,
bahwa suatu kali Rasulullah berdiri di dekat beberapa orang yang duduk-duduk,
lalu bertanya, “Maukah
kalian aku beritahu siapa orang terbaik dibandingkan orang terburuk di antara
kalian?” Mereka pun terdiam (tidak menjawab). Beliau mengulangi pertanyaannya
tiga kali, lalu ada seseorang yang menjawab, “Mau, wahai Rasulullah. Beritahu
kami siapa orang terbaik dibanding orang terburuk di antara kami.” Beliau
bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang bisa diharapkan
kebaikannya dan dirasa aman dari keburukannya. Sedangkan orang terburuk di
antara kalian adalah orang yang tidak bisa diharapkan kebaikannya dan justru
tidak bisa dirasa aman dari keburukannya.” (Riwayat Tirmidzi. Hadits
hasan-shahih).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar